Talk Show bersama dengan Angkatan Muda Muhammadiyah. SINJAI, PDMSINJAI.OR.ID – Al-Islam Kemuhammadiyahan Universitas Islam Ahmad Dahlan (AIK...

Talk Show bersama dengan Angkatan Muda Muhammadiyah.
SINJAI, PDMSINJAI.OR.ID – Al-Islam Kemuhammadiyahan Universitas Islam Ahmad Dahlan (AIK UIAD) Sinjai menggelar Talk Show Kemuhammadiyahan di Auditorium H.M. Amir Said, Kamis 20 November 2025.
Kegiatan tersebut menghadirkan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sinjai yang terdiri dari Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dengan mengangkat tema “Peran Kebangsaan AMM”.
Nasyiatul ‘Aisyiyah
Dalam pemaparannya, Badiana, Ketua Nasyiatul ‘Aisyiyah Sinjai menjelaskan sejarah dan peran strategis organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut.
Ia memaparkan bahwa cikal bakal Nasyiatul ‘Aisyiyah berawal dari Siswa Praja Wanita (SPW) yang berdiri pada 1919 di Yogyakarta atas dorongan KH. Ahmad Dahlan. SPW kemudian diintegrasikan ke dalam urusan ‘Aisyiyah pada 1923.
Pada Kongres Muhammadiyah ke-20 tahun 1931, nama SPW resmi diganti menjadi Nasyiatul ‘Aisyiyah. Pada 1948 ditetapkan simbol Padi beserta Mars Simbol Padi sebagai identitas organisasi. Status sebagai organisasi otonom Muhammadiyah kemudian diperoleh pada 1965.
Badiana menegaskan bahwa Nasyiatul ‘Aisyiyah melanjutkan semangat perjuangan ‘Aisyiyah dalam melawan penjajahan dan memperjuangkan emansipasi perempuan. Organisasi ini juga menjadi pelopor dalam memperjuangkan hak pendidikan perempuan dan turut berperan dalam Kongres Perempuan Indonesia 1928.
Selain pemberdayaan perempuan di bidang hukum, budaya, dan politik, Nasyiatul ‘Aisyiyah aktif mendorong kemandirian ekonomi melalui Sekolah Wirausaha serta menjalankan misi dakwah dan sosial untuk peningkatan kualitas perempuan, anak, dan keluarga.
Pemuda Muhammadiyah
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sinjai, Sirajuddin, menjelaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah bermula dari organisasi kepemudaan Siswo Proyo Priyo (SPP) sebelum menjadi bagian penting di tubuh Muhammadiyah.
“Berdasarkan keputusan Kongres Muhammadiyah ke-21 pada 2 Mei 1932, Pemuda Muhammadiyah resmi menjadi organisasi otonom,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa organisasi ini dibentuk untuk menampung semangat pemuda dalam kegiatan kepanduan dan kedisiplinan, sejalan dengan visi KH. Ahmad Dahlan dalam menyiapkan kader yang berdaya saing.
Pemuda Muhammadiyah juga berperan memperluas dakwah hingga pelosok nusantara dan menjadi motor penggerak pendirian cabang dan ranting baru. Melalui berbagai unit seperti Kokam, organisasi ini menjadi garda terdepan menjaga keutuhan bangsa serta memajukan keilmuan dan kewirausahaan sosial pemuda.
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)
Ketua Umum IPM Sinjai, Muh. Fadil Junaid, memaparkan bahwa IPM didirikan pada 18 Juli 1961 sebagai respons atas kebutuhan dakwah di kalangan pelajar pada masa sulit Orde Lama.
Pada 18 November 1992, nama organisasi diubah menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) mengikuti regulasi pemerintah saat itu. Namun, melalui rekomendasi Tanwir Muhammadiyah 2007, nama itu dikembalikan menjadi Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan disahkan pada Muktamar XVI di Solo, 28 Oktober 2008.
Fadil menjelaskan bahwa IPM berperan sebagai akselerator dakwah amar ma’ruf nahi munkar di kalangan pelajar serta menjadi lembaga kaderisasi Muhammadiyah untuk menyiapkan calon pemimpin bangsa. IPM juga aktif memperjuangkan hak-hak pelajar serta mendorong kreativitas, inovasi, dan gerakan sosial termasuk gerakan ekologi.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
Ardianti menjelaskan bahwa IMM lahir dari kebutuhan internal Muhammadiyah untuk membina kader tingkat perguruan tinggi, sekaligus sebagai respons terhadap meningkatnya pengaruh ideologi politik dan komunisme di dunia kemahasiswaan saat itu.
IMM didirikan oleh tokoh-tokoh seperti Djazman Al-Kindi, Soedibyo Markus, dan Rosyad Saleh dengan tujuan membentuk akademisi Islam berakhlak mulia.
IMM berperan memulihkan nalar kritis mahasiswa dari pengaruh politik praktis serta menjadi wadah perjuangan terhadap berbagai persoalan keumatan. Organisasi ini juga aktif dalam advokasi isu sosial-ekonomi seperti perlindungan industri kecil, pemerataan pendapatan, dan kesempatan kerja.
Editor: Humas PDM Sinjai.
Tidak ada komentar